Kamis, 28 Januari 2010

The Reason……

I remembered an Indonesian kid play theme when I was one.

One of them will ask “makan apa… makan apa… makan apa sekarang?”

And the other one will answer the question, also with a song.


Well, sekarang kita ganti kata makan dengan hidup. Jadinya walaupun aneh, tetap ada suatu meaning yang bisa kita pikirkan.

”hidup apa… hidup apa sekarang…?”

Maksudku adalah: hidup seperti apa yang akan kita pilih?

Latar belakang memilih suatu kehidupan adalah motivasi, dan ini bisa banyak sekali kemungkinannya.

Aku tahu seorang teman yang motivasi dalam hidupnya adalah untuk balas dendam. Kepada siapa aku sendiri kurang paham. Tetapi karena dendam yang begitu besar dan telah merenggut sebagian besar kehidupannya, kehidupannya tidak bahagia.

Apapun dilakukannya hanya untuk membalas. Dia fokus dan benar-benar serius untuk mencapai impiannya: BALAS DENDAM!!!

Aku juga kenal dengan seseorang yang motivasinya untuk hidup adalah untuk anak-anaknya. Apapun dia lakukan semuanya berkisar pada anak-anaknya. Dia fokus dan benar-benar serius untuk mencapai impiannya: MEMBERIKAN ANAK-ANAKNYA YANG TERBAIK!!!

Dalam kehidupan, yang kita butuhkan adalah motivasi. Harapan apa yang masih ada yang ingin kita capai, untuk siapa, dan untuk siapa. Karena akan ada suatu saat dimana apa yang kita menurut kita sangat penting saat ini, tidak lagi begitu penting.

Ada banyak hal yang membuat ini bisa terjadi. Entah kehilangan orang yang kita sayangi, entah karena umur kita yang tidak lagi tersisa cukup banyak, atau bisa saja karena setelah mendapatkan apa yang kita cari, kita tidak se-bahagia yang kita harapkan.

Ada orang yang megatakan harta tidak dapat untuk membeli kebahagiaan. Well, kata-kata tanpa pemahaman dan kebijakan, bisa salah dalam penggunaannya bukan. Orang yang mengatakan ini disaat pertama pastilah punya alasan yang kuat.

Aku pribadi membayangkan dia adalah seseorang yang menyia-nyiakan keluarganya untuk mencari kekayaan. Begitu kekayaannya terkumpul, dia kehilangan begitu banyak hal, yaitu keluarganya.

Namun kalau itu digunakan oleh orang yang kurang paham, dan semata-mata hanya untuk memenuhi motivasi lainnya yaitu zona kenyamanannya, maka bukankah itu disebut dengan kurang bijaksana?

Well, motivasi dalam kehidupan ada banyak sekali. Tetapi umumnya yang baik adalah yang berhubungan dengan motivasi untuk bahagia, sekarang atau yang akan datang.

Motivasi untuk bahagia pun bukan hanya untuk diri sendiri. Bisa untuk keluarga, teman – sahabat, dan orang tua. Karena dengan kebahagiaan mereka, bukankah kita pun ikut berbahagia?

Bahagia juga bisa berupa kebahagiaan dimasa sekarang ataupun dimasa akan datang, atau kita sebut kehidupan setelah kematian.

Well, apapun motivasi manusia untuk hidup. Entah itu untuk ”KEBAHAGIAAN” atau untuk ”DENDAM” itu adalah hak mereka.

Tapi gimana kira-kira rasanya bila motivasi itu akhirnya sudah tercapai? Apakah kita lebih berbahagia, ataukah malah lebih menderita?

Apa yang kita dapat akhirnya? Segala-galanya? Ataukah tidak ada sama sekali.

Well, that’s a nice thing to think more isn’t it?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar