Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wanita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Desember 2016

Happy Mothers Day 2016

Kata-kata menjadi terlalu sederhana untuk menceritakan apa yang kami rasakan,
Lagu juga menjadi terlalu singkat untuk mengisahkan perjuangan yang dilakukannya,
Persembahan pun menjadi terlalu sedikit untuk menilai apa yang dikorbankannya,

Sekali setahun tidaklah cukup untuk mengucapkan terima kasih,
Terima kasih kepada Tuhan untuk memilihkan Mama yang terbaik buat kami,
Terima kasih kepada Papa untuk memilihkan Mama yang terbaik buat kami,
Terima kasih kepada Leluhur untuk memberikan Mama yang terbaik buat kami,

Sekali setahun tidaklah cukup untuk mengucapkan syukur,
Kepada Tuhan untuk menghadirkan Mama yang terbaik,
Kepada Para Sinbeng karena memberikan berkah Mama yang terbaik,
Kepada para Leluhur karena telah membimbing Mama yang terbaik,

Sekali setahun tidaklah cukup,
Untuk mengucapkan Selamat karena telah menjadi Mama yang terbaik buat kami bertiga,
Untuk memberikan penghargaan "The Best Mom in the world" bagi Mama kami bertiga,

Namun hanya ini yang bisa kami berikan, karena kami tahu apapun yang kami lakukan dan berikan akan tidak pernah cukup atas semua yang pernah Mama lakukan buat kami bertiga

Terima kasih karena telah menjadi Mama kami dan terus mau membimbing serta menyemangati kami, menghibur kami dan mendampingi kami dalam semua peristiwa baik suka maupun duka dalam kehidupan kami

With Many Love, Respect and Honour to our Lovely Mom Lie Ay Ing,

Kamis, 28 Januari 2010

Courageous Women ……

By courageous I meant “Perkasa” or brave one, physically strong or powerful. Well, to sum up, it goes to anything incredible.


I remembered my way home after a Chinese new year eve dinner at my grandma’s house this year (she’s my grandpa’s sister). It’s about three months ago.

After I dropped my cousin, I drove to my aunt house. After a while, we saw a woman, well, I can say an old woman pulled a heavy cart toward us.

Tadinya aku nggak ngeliat sama sekali kalau gerobak itu ditarik wanita tua. Tapi Ai-ku ngeliat. Dia suruh aku berhenti dan bertanya kalau ini sudah tahun baru
kan?! Well, jam mobil sudah menunjukkan jam 12 malam, so itu memang udah new year.

Ai-ku cepat-cepat membungkuskan sejumlah uang yang tadinya aku nggak tau berapa banyak, dan kemudian turun dari mobil dan memanggil wanita itu. Begitu Ai-ku mendekat, tiba-tiba Ai-ku berbalik ke mobil dan menukar isi “Angpao” yang tadinya berjumlah 20rb-an. Kemudian mengambil beberapa lembar lima puluh ribu-an untuk dimasukkan kedalam kertas angpao kosong itu.

Dari dalam mobil aku melihat ibu tua itu menangis, mencium tangan Ai-ku berkali-kali dan terus menatap kearah kami sampai mobilku pergi melewatinya.

Ai-ku sendiri menangis, dan untuk beberapa lamanya kami terdiam didalam mobil sampai Ai-ku bilang sama aku kalau perempuan tadi sudah tua sekali, tapi tangannya halus banget. Dimana anak-anaknya? Apa mereka nggak tau ibunya sampai tengah malam masih menarik gerobak sampah?

Well, aku hanya diam dan nggak bisa bilang apa-apa.

Mulai saat itu aku berpikir-pikir, apa yang membuat mereka ”rela” melakukan pekerjaan itu. Tengah malam, sendirian di jalan yang seringkali gelap dan melakukan pekerjaan yang tidak mudah. Untuk siapa? Untuk apa? Untuk makan?

Well, bagi yang belum tau, Indonesia ini negara kaya. Bila mereka hanya dikampung, uang memang gak punya, tapi makanan ada. Dengan mencari rumput dan lain-lain atau bisa juga menjadi buruh tani, dengan itu mereka sudah cukup untuk membiayai kehidupan dirinya sendiri.

Kalau begitu untuk siapa? Untuk apa?

Satu hal yang membuat manusia rela untuk berbuat apa saja adalah karena cinta. Karena cinta dan kasih buat orang-orang yang sangat dikasihinya. Mungkin suami/istrinya yang sakit, anak-anaknya yang kelaparan, atau orang tuanya.

Yang pasti wanita ini rela untuk melakukan pekerjaannya demi seseorang atau sesuatu. Aku kembali teringat dengan semua wanita yang aku kenal. Mulai Ma’, baik kandung maupun angkat, mamaku, Ai-ku dan semua yang lain.

Ma’ku kandung dari mama bekerja keras untuk membantu engkongku disaat susah juga senang. Terlahir dari keluarga miskin yang untuk sekolahpun harus berjalan sangat jauh. Tapi beliau bertanggung jawab untuk selalu melakukan yang terbaik dan tidak pernah setengah-setengah, beliau selalu juara dan akhirnya menjadi seorang guru sebelum akhirnya menikah dengan engkongku. Beliau selalu menjadi wanita yang bijaksana dalam ingatanku.

Ma’ku angkat dari mama adalah tipikal wanita kuno. Sekolah seadanya, selebihnya membantu keluarga dan bertugas didapur. Selalu perhatian, walaupun mulutnya tidak pernah mengutarakan perhatiannya. Selalu ingin tahu dan setia sama keluarga. Hidupnya hanya untuk keluarga, anak dan cucunya.

Ma’ku dari papa, well, aku nggak pernah sempat banyak tau tentang beliau. Karena kita jarang ketemu karena beda kota. Yang aku tahu beliau selalu sayang sama keluarga. Dan sewaktu aku kecil, aku selalu disayangJ

Mama???? Mama adalah wanita terbaik yang aku kenal. Mama setia mendampingi papa dalam suka maupun duka. Well, hidup tidak selalu mulus, ada kalanya mereka berselisih tentang sesuatu. Tetapi mereka saling menyayangi, dan semuanya akhirnya bisa diselesaikan.

Mama selalu ada untuk kami bertiga. Saat tidak satupun orang yang percaya akan kemampuanku, mama tetap mendukung dan selalu memberikan masukan, kritikan dan nasehat. Saat mei-mei ada masalah, mama juga selalu ada disampingnya, juga saat ti-ti ada problem, mama khawatir terus dan selalu berusaha selalu menjadi mama yang terbaik.

Well, wanita-wanita perkasa itu……

Bukan hanya di TV yang diliput setiap hari Kartini dan hari Ibu, bukan hanya yang kita temui di jalan-jalan saat mereka penuh dengan peluh keringat membanting tulang untuk orang-orang yang mereka cintai, bukan hanya mereka yang berkorban hidupnya dan menjadi seorang pahlawan untuk gerakan kemerdekaan maupun kemanusiaan, tetapi juga ada dalam setiap atap rumah kita masing-masing. Yang setia, walaupun tidak pernah diakui dan diliput televisi ataupun mendapatkan penghargaan women of the year karena pengabdiannya.

Tetapi semua setuju, dan setiap dari kita tahu didalam hati kita masing-masing, bahwa wanita-wanita yang pernah hadir dan saat ini masih bersama dengan kita adalah wanita-wanita perkasa yang layak bila tahun ini kita nobatkan sebagai penerima penghargaan THE BEST WOMAN FOREVER AND EVER……