Minggu, 04 Agustus 2013
Selamat Jalan Ama.......
Kamis, 28 Januari 2010
Courageous Women ……
By courageous I meant “Perkasa” or brave one, physically strong or powerful. Well, to sum up, it goes to anything incredible.
I remembered my way home after a Chinese new year eve dinner at my grandma’s house this year (she’s my grandpa’s sister). It’s about three months ago.
After I dropped my cousin, I drove to my aunt house. After a while, we saw a woman, well, I can say an old woman pulled a heavy cart toward us.
Tadinya aku nggak ngeliat sama sekali kalau gerobak itu ditarik wanita tua. Tapi Ai-ku ngeliat. Dia suruh aku berhenti dan bertanya kalau ini sudah tahun baru
kan?! Well, jam mobil sudah menunjukkan jam 12 malam, so itu memang udah new year.
Ai-ku cepat-cepat membungkuskan sejumlah uang yang tadinya aku nggak tau berapa banyak, dan kemudian turun dari mobil dan memanggil wanita itu. Begitu Ai-ku mendekat, tiba-tiba Ai-ku berbalik ke mobil dan menukar isi “Angpao” yang tadinya berjumlah 20rb-an. Kemudian mengambil beberapa lembar lima puluh ribu-an untuk dimasukkan kedalam kertas angpao kosong itu.
Dari dalam mobil aku melihat ibu tua itu menangis, mencium tangan Ai-ku berkali-kali dan terus menatap kearah kami sampai mobilku pergi melewatinya.
Ai-ku sendiri menangis, dan untuk beberapa lamanya kami terdiam didalam mobil sampai Ai-ku bilang sama aku kalau perempuan tadi sudah tua sekali, tapi tangannya halus banget. Dimana anak-anaknya? Apa mereka nggak tau ibunya sampai tengah malam masih menarik gerobak sampah?
Well, aku hanya diam dan nggak bisa bilang apa-apa.
Mulai saat itu aku berpikir-pikir, apa yang membuat mereka ”rela” melakukan pekerjaan itu. Tengah malam, sendirian di jalan yang seringkali gelap dan melakukan pekerjaan yang tidak mudah. Untuk siapa? Untuk apa? Untuk makan?
Well, bagi yang belum tau, Indonesia ini negara kaya. Bila mereka hanya dikampung, uang memang gak punya, tapi makanan ada. Dengan mencari rumput dan lain-lain atau bisa juga menjadi buruh tani, dengan itu mereka sudah cukup untuk membiayai kehidupan dirinya sendiri.
Kalau begitu untuk siapa? Untuk apa?
Satu hal yang membuat manusia rela untuk berbuat apa saja adalah karena cinta. Karena cinta dan kasih buat orang-orang yang sangat dikasihinya. Mungkin suami/istrinya yang sakit, anak-anaknya yang kelaparan, atau orang tuanya.
Yang pasti wanita ini rela untuk melakukan pekerjaannya demi seseorang atau sesuatu. Aku kembali teringat dengan semua wanita yang aku kenal. Mulai Ma’, baik kandung maupun angkat, mamaku, Ai-ku dan semua yang lain.
Ma’ku kandung dari mama bekerja keras untuk membantu engkongku disaat susah juga senang. Terlahir dari keluarga miskin yang untuk sekolahpun harus berjalan sangat jauh. Tapi beliau bertanggung jawab untuk selalu melakukan yang terbaik dan tidak pernah setengah-setengah, beliau selalu juara dan akhirnya menjadi seorang guru sebelum akhirnya menikah dengan engkongku. Beliau selalu menjadi wanita yang bijaksana dalam ingatanku.
Ma’ku angkat dari mama adalah tipikal wanita kuno. Sekolah seadanya, selebihnya membantu keluarga dan bertugas didapur. Selalu perhatian, walaupun mulutnya tidak pernah mengutarakan perhatiannya. Selalu ingin tahu dan setia sama keluarga. Hidupnya hanya untuk keluarga, anak dan cucunya.
Ma’ku dari papa, well, aku nggak pernah sempat banyak tau tentang beliau. Karena kita jarang ketemu karena beda kota. Yang aku tahu beliau selalu sayang sama keluarga. Dan sewaktu aku kecil, aku selalu disayangJ
Mama???? Mama adalah wanita terbaik yang aku kenal. Mama setia mendampingi papa dalam suka maupun duka. Well, hidup tidak selalu mulus, ada kalanya mereka berselisih tentang sesuatu. Tetapi mereka saling menyayangi, dan semuanya akhirnya bisa diselesaikan.
Mama selalu ada untuk kami bertiga. Saat tidak satupun orang yang percaya akan kemampuanku, mama tetap mendukung dan selalu memberikan masukan, kritikan dan nasehat. Saat mei-mei ada masalah, mama juga selalu ada disampingnya, juga saat ti-ti ada problem, mama khawatir terus dan selalu berusaha selalu menjadi mama yang terbaik.
Well, wanita-wanita perkasa itu……
Bukan hanya di TV yang diliput setiap hari Kartini dan hari Ibu, bukan hanya yang kita temui di jalan-jalan saat mereka penuh dengan peluh keringat membanting tulang untuk orang-orang yang mereka cintai, bukan hanya mereka yang berkorban hidupnya dan menjadi seorang pahlawan untuk gerakan kemerdekaan maupun kemanusiaan, tetapi juga ada dalam setiap atap rumah kita masing-masing. Yang setia, walaupun tidak pernah diakui dan diliput televisi ataupun mendapatkan penghargaan women of the year karena pengabdiannya.
Tetapi semua setuju, dan setiap dari kita tahu didalam hati kita masing-masing, bahwa wanita-wanita yang pernah hadir dan saat ini masih bersama dengan kita adalah wanita-wanita perkasa yang layak bila tahun ini kita nobatkan sebagai penerima penghargaan THE BEST WOMAN FOREVER AND EVER……
When I Remembered My Grandma……
There’s always one thing that I remembered for my Grandma, that she always cooked very delicious meal.
Well, ma’ku seneng banget masak. Walaupun dia sendiri nggak bisa makan atau pantang makanan itu karena punya diabet. Aku masih ingat paling suka masakannya yang kuah sayur campur telor, juga mie gorengnya. Rasanya nggak pernah ada yang bisa ngebuat makanan yang sama, yang rasanya sama dengan dia buat.
Walaupun gitu, aku ingat sekali pernah bertengkar karena ma’ku mau masakin ayam cola. Well, menurutku itu aneh, dan yang bikin aku tambah gak setuju dan mencak-mencak waktu itu karena mamaku nggak bolehin kita minum cola sering-sering, makanya dirumah jarang banget ada minuman itu. Nah, waktu itu tinggal sebotol, itu yang menjadi asal mula cek-cok yang nggak penting banget.
Ma’ku……. adalah salah seorang yang cukup aku salut dalam hidupku.
Walaupun sayangnya, aku nggak pernah bilang sayang sama dia. Aku ingat sering banget bertengkar mulut sama ma, yang hari ini……. sangat aku sesali. Kalau saja aku bisa ngulang masa yang lalu-lalu, ingin rasanya nasehatin bahkan marahin aku yang dulu supaya nggak sering kecewain ma’ku.
Seumur hidupnya ma’ku hanya untuk kita rasanya. Pertama buat mama-papa, terus buat keluarga kita. Ma’ku juga hobi ngomel, rasanya ada aja yang nggak cocok atau jelek dari kita. bukan marah, hanya ngomel aja. Dan seringkali, tanpa maksud dan akhirnya menjadi sumber cekcok-cekcok kecil. Tetapi sekarang rasanya kepengen punya minimal rekaman suaranya.
Well, manusia memang aneh. Setelah semua berlalu…… yang ternyata begitu cepat, ada hal-hal yang missing dari kehidupan kita. dan seringkali, yang dulunya tidak kita sukai.
Aku salah satu cucu yang paling nggak pernah cocok sama ma yang ini. Selalu aja ada yang salah, ada yang dituduhin dan ada yang di complain. Tapi, sampai saat ini aku yakin, malah bertambah yakin bahwa sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya dia sayang sama aku. dan aku juga bisa memastikan bahwa aku juga merasakan hal yang sama.
Dan hal ini akan selalu mengingatkanku bahwa seringkali kita menyakiti orang yang kita sayangi hanya karena kita selalu minta untuk dimengerti, dipahami dan ditolerir. Padahal, kita mngkin sekali akan kebertan untuk melakukan yang sebaliknya. Dan bila ada kesempatan, walaupun sekecil apapun, hari ini aku akan berusaha diam dan mendengarkan kata-kata, omelan, marahan, dan kawanannya dari orang-orang yang kusayangi. Karena aku tahu, sedikit dari emosiku yang meluap bisa melukai mereka.
Hidup ini singkat sekali. dan setelah ratusan tahun atau lebih bahkan dari hari ini, yang tersisa dari aku hanya kenangan dan sepotong tulisan-tulisan ini.
Well, sudahkah kita dengan tulus MENCINTAI hari ini????