Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenangan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Agustus 2013

Selamat Jalan Ama.......

Well, Sudah lama banget saya nggak menulis satupun pemikiran saya,
Dengan demikian sebenarnya ada cukup banyak hal dan pemikiran yang yang saya pungut disana-sini sambil menjalani kehidupan saya setiap harinya. Namun kali ini bukan untuk itu, kali ini saya sedang berada dalam duka......

Minggu lalu Ama saya, satu-satunya Nenek kandung yang masih saya punya tadinya berpulang ke rumah Tuhan Jumat sore kemarin, 26 Juli 2013. Saat saya pertama kali mendengar berita itu dari mama, saya belum merasakan sesuatu yang aneh hingga saya duduk dan diam dalam ruangan kantor saya. Perlahan-lahan saya mengumpulkan memori sedikit demi sedikit yang saya punya tentang Ama, sekonyong-konyong saya seakan-akan mendengar Ama memanggil saya, Seakan tersadar dari semua hal yang barusan lewat dada saya mulai terasa sesak dan saya mulai menangis. Walaupun kami nggak sering saling menelpon, walaupun saya jarang mendengarkan suaranya, tetapi saya tau Ama ada disana, ditempat yang bila saya inginkan bisa saya tuju hanya dengan 1x penerbangan dari kota dimana saya berada saat ini, Ama yang akan ada ketika saya meminang wanita yang saya cintai dan yang akan ada disaat-saat bahagia saya.

Kira-kira seperenam dari 31tahun kehadiran saya didunia, dihabiskan dengan tinggal bersama Akung dan Ama, tetapi sejujurnya saya tidak banyak mengingat masa kecil saya, Yang saya tahu adalah saya dimanja oleh mereka. Akung pergi kerumah Tuhan kira-kira saat saya kelas satu sekolah menengah pertama. Saat itu saya belum tau rasanya kehilangan,  saya hanya tau Akung tidak ada dan saya nggak akan pernah bertemu dengannya lagi. Tapi kali ini terasa sangat berbeda, saya bahkan belum berhenti menangis setiap saya mengingat Ama. Ada banyak hal yang tiba-tiba saya inginkan dalam kehadirannya, bercerita dengannya atau paling tidak sekedar ingin bilang saya menyayanginya.

Terakhir saya bertemu Ama adalah desember 2 tahun lalu pada pernikahan adik saya, itulah kenangan terakhir yang saya punya tentang Ama, sedangkan terakhir kalinya saya berbicara dengan Ama seingat saya adalah saat Imlek tahun ini. Walaupun begitu ini adalah sebuah hubungan yang tidak dapat diputuskan. Selama ini walaupun saya tidak mengunjunginya saya tahu Ama ada disana dan someday saya akan mampir. Tetapi sekarang itu nggak mungkin, Ama sudah nggak ada lagi.

Sebelum pemakaman Ama akhirnya saya bisa tiba dan mengucapkan kata-kata perpisahan, secepat yang saya bisa dalam semua kemungkinan yang bisa diambil. Namun sayangnya saya terlambat, saya nggak bisa melihatnya  karena peti terlanjur ditutup. Saya hanya bisa menatap peti putih tempat Ama bersemayam, menatap lukisan kecil The Last Supper Yesus bersama murid-murid-Nya. Saya hanya bisa diam entah berapa lama, Semuanya kosong, yang terasa hanya sakit didalam dada saya sementara air mata terus mengalir perlahan. Disana saya berdiri sambil mengulang semua memory yang saya punya dalam kenangan bersama Ama, karena hanya itulah yang tersisa...... kenangan.

Setelah saya bisa menguasai diri saya, saya hanya bisa bilang berbisik semoga Ama bahagia dialam sana, semoga bahagia bisa bertemu kembali dengan Akung dan kemudian mencium petinya.

Well, dari cerita yang saya dengar, walaupun tubuhnya Ama membengkak dan terjadi pecah pembuluh darah tetapi Ama tidak kesakitan. Ama meninggal dalam tenang. Bagaimanapun juga ini melegakan. Tidak ada satupun diantara kita yang ingin mendengar ada yang pergi dalam kesakitan.

Saya teringat saat-saat dimana saya kehilangan 2 orang Nenek saya yang sebelumnya dari garis Mama bertahun-tahun yang lalu. Saat itu saya juga tidak berkesempatan mengantarkan mereka. Ma Ek yang pertama meninggal, saat saya dan adik-adik sedang dalam ujian tengah semester kuliah dan saat kepergian Ma Cim, saya sedang dalam ujian Tahap akhir perkuliahan. Anyway, Anything of those excuse won't fix anything and couldn't turn back time. I Still can't see them for the last time, and the worst is there won't be next time, only that time is the last one to say goodbye. Satu-satunya penghiburan bagi yang ditinggalkan adalah kata-kata "Ini yang terbaik", "Relakan karena mereka sudah mencapai Surga", "Ini jalan yang diberikan Tuhan", "Mereka sudah waktunya untuk pergi". You know, I believe to every of that statement, but it just can't fix the feeling. It just can't make me stop thinking of them in my lonely hours, so i just keep work and make myself busy. But the worst part is at night when i close my eyes and still see them on my mind sampai akhirnya dari sebuah buku yang saya baca mengatakan bahwa "Jangan melupakan orang-orang yang telah pergi, karena begitu kita melupakan mereka, maka mereka akan pergi selamanya tanpa ada yang tersisa sama sekali, ingatlah mereka dalam semua kebaikannya, dalam semua kebijaksanaan mereka dan dalam semua kebaikan yang telah mereka buat, maka mereka akan hidup selamanya dalam diri kita". Even it still hard to accept the lost, tapi kata-kata itu menyejukkan dan terasa lebih benar dari semua hal yang pernah diberitahukan.

Dan untuk terakhir kalinya, Selamat jalan Ama, semoga penuh dengan kebahagiaan, selamat bertemu kembali dengan yang sudah terpisahkan sebelumnya, jangan kuatirkan kami Ama, Irfan berjanji untuk hidup dalam kebaikan, berusaha menjadi apa yang diharapkan Ama dan selalu menjadi cucu yang bisa dibanggakan........ Walaupun tidak mungkin untuk menjadi sempurna, tetapi Irfan yakin selalu ada pilihan untuk menjadi yang lebih baik........

Jumat, 26 Februari 2010

Kenangan Cap Go Meh 2008


Dua hari lagi akan ada perayaan Cap Go Meh. Sedari kecil aku paling suka yang namanya bulan februari. Kenapa?

Sekilas pemikiran Irfan kecil nih;p Bulan Februari tuh indah karena:
1. Imlek : Artinya dapat angpao, hehehehe
2. Sembahyang Thian : Artinya liat lampion dan bisa begadang
3. Ulang tahunku : Artinya dapat kado dan makan-makan, hahahaha (katahuan hobiku makan deh)

Nah, beberapa kali ini awal maret selalu diikuti dengan perayaan Cap Go Meh. Dan khusus tahun ini Cap Go Meh dirayakan tepat di ulang tahunku.
Kali ini ultahku akan menjadi yang ter-spesial. Kenapa? Karena aku lahir di tanggal 28 bulan 2 tahun 82, dan untuk tahun ini aku berumur 28.

Spesialnya karena tahun ini hanya dua angka itu aja yang dipakai, Spesialnya karena tahun ini aku baru merasa benar-benar dewasa, dan spesialnya karena ini tahun terakhir .... .... hehehehe

Kembali ke Cap Go Meh,

Dua tahun yang lalu, tepatnya 2008 aku menjadi petugas sembahyang bersama kedua adikku. Well, sebenarnya yang lebih banyak bekerja adalah adikku yang perempuan karena dia yang stay di Gorontalo waktu itu. Tapi aku nggak akan pernah bisa lupa perayaan dua tahun lalu.

Untuk pertama kalinya aku mendapatkan kesempatan mengangkat arca suci dan meletakkannya di dalam tandu/kio untuk melakukan perjalanan ritual Cap Go Meh. Kesempatan ini sangat luar biasa, dan aku benar-benar menghargai kesempatan yang diberikan ke aku oleh mama dan kedua adikku.




Tahun lalu aku nggak bisa pulang, dan untuk itu aku harus puas merayakan Imlek sampai dengan Cap Go Meh di perjalanan tugasku. dan sayangnya tahun ini nggak ada perayaan besar Cap Go Meh. Well, aku pun harus puas dengan menonton barongsai saja tahun ini.
Tapi tahun depan,... tahun depan aku akan berada disini menikmati saat-saat yang menyenangkan di Ulang tahunku sekaligus merayakan hari suci ini......

Just hoping that will come true.....

Rabu, 24 Februari 2010

Gorontalo dan Keindahan Kota di Siang Hari


Well, tulisan ini sebenarnya sedikit terjadi karena kejengkelan saya selama berada di Gorontalo dengan keadaan lampu yang cukup sering mati baik rutin maupun tidak.

Contohnya saja hari ini. Semalam adalah jadwal rutin pemadaman wilayah tempat tinggal saya. Tiba-tiba mulai siang tadi pukul kira-kira 14.00 sampai dengan saat ini belum nyala juga. Wah-wah, walaupun saya rasa semua pihak udah pada maklum karena ini bukan sesuatu yang diluar kebiasaan, namun yang namanya perasaan dongkol nggak bisa begitu saja di tolerir.

Udah, memang maksud saya menuliskan keindahan kota ini adalah terilhami dengan sedikit hal menggelitik diatas. Namun yang paling ingin saya tuliskan kali ini adalah keindahan keragaman yang ada di Kota kelahiran saya tercinta Gorontalo.

Kenapa siang-siang? yah karena diwaktu siang, semua aktivitas sejenak rehat - bukan berhenti, hanya sekedar istirahat sejenak - untuk menyambut malam harinya.

Sejak ratusan tahun yang lalu Gorontalo telah menjadi salah satu pusat peradaban besar diwilayah selebes/sulawesi. Terbentang diantara laut yang begitu luas, dan begitu banyak gunung yang tinggi menjulang seakan-akan ingin menunjukkan kebesaran dan kekokohannya.

Gorontalo memang indah, begitu banyak pengusaha kecil dari sulawesi tengah seperti buol, tongkabu dan dolong yang datang untuk berbisnis dan membawa banyak barang-barang dari Gorontalo untuk dijual kembali. Dan sampai dengan saat ini pun cukup banyak pengusaha sulteng yang masih berkiblat ke Gorontalo. Padahal sebenarnya wilayah mereka sudah termasuk area kekuasaan Palu sebagai ibukota Sulawesi Tengah.

Secara lalu lintas antara Gorontalo dengan kota-kota besar lainnya di Sulawesi cukup lancar. Khususnya untuk transportasi darat dan laut, sedangkan untuk udara hanya masuk area toli-toli saja yang cukup lancar.

Saat ini Gorontalo sedang digadang-gadang sebagai salah satu daerah yang terindah untuk kehidupan lautnya. Cukup banyak penikmat keindahan bawah laut saat ini di wilayah Gorontalo baik penduduk asli maupun para wisatawan. Bahkan lumayan banyak wisatawan yang berasal dari asia timur per tahunnya, sebut saja korea dan jepang.

Memang sebagai "kota baru" yang sebagai propinsi-pun baru sekitar beberapa tahun, Gorontalo masih harus banyak dipoles dan diperlengkapi. Namun saya akan sangat percaya bila suatu saat nanti Gorontalo akan diangkat menjadi kota teladan di Indonesia. Beragam tradisi yang ada dengan suku yang lengkap karena merupakan salah satu area transmigran serta keramahan dan keindahannya adalah modal-modalnya yang utama.

Sisanya seperti infrastruktur kota metropolis?
Saya rasa seiring dengan waktu yang berjalan semua itu akan terpenuhi. Toh nggak pernah ada kota yang langsung menjadi metrpolis. Kita berikan kesempatan membangun bagi bungsu propinsi, tapi yang paling utama......

lease pencahayaannya diperbaiki deh, jangan ada lagi giliran mati lampu yang bikin gemes :p

Sukses selalu,
Hidup kampung halamanku. Dimanapun aku berada, Gorontalo ngak pernah hilang dari bayanganku :)



Irfan Utamin

Senin, 22 Februari 2010

Perayaan King Thi Kong di Gorontalo


Didalam blog saya di http://asalusulbudayationghoa.blogspot.com/2010/02/king-thi-kong.html saya sempat menceritakan tentang sembahyangan King Thi Kong dan asal-usulnya berdasarkan apa yang pernah saya baca dan dengar. Kali ini setelah sekian lama nya saya tidak sempat mengikuti upacara ini, akhirnya saya bisa mengikutinya di kota kelahiran saya dengan berkah yang luar biasa.

Upacara di Gorontalo mungkin saja tidak sama dengan yang diadakan dikota-kota lainnya. Disini sejak pertama kali saya mengikutinya, diadakan dengan meriah dan diikuti dengan berbagai detail persiapan yang menarik.

Sebut saja kebiasaan kami di Gorontalo untuk membuat kertas sembahyangan membentuk lampion-lampion beraneka ragam, yang di pucuk bawahnya digantungkan kertas angpao. Beberapa kali saat saya di Surabaya, disaat tanggal yang sama dan persembahyangan yang sama saya tidak pernah melihat lampion-lampion kertas ini. Sehingga saya menyimpulkan mungkin ini adalah kebiasaan kami di Gorontalo yang sangat menarik.


Lampion ini digantungkan di sekeliling area klenteng. Dan kemudian disaat persembahyangan selesai, dibakar bersama-sama sebagai tanda selesainya upacara. Kemudian diikuti dengan setiap umat mengambil air bunga untuk dibasuhkan ke tangan dan wajah.


Sebenarnya ada lagi yang unik. Di Gorontalo ada petugas yang mengurusi sembahyangan di Klenteng selama satu tahun yang disebut dengan Tauke dan berjumlah empat orang. Nah, upacara sembahyangan ini dimulai dengan prosesi penjemputan Tauke oleh umat Tri Dharma Gorontalo. Biasanya, penjemputan ini diiringi dengan musik tanjidor, namun khusus malam tadi, penjemputan dilakukan dengan diiringi oleh barongsai merah.


Pesan saya, bila rekan-rekan sempat untuk mampir di Gorontalo, mampirlah di Klenteng T.I.TD Thien Hou Kiong yang sudah berumur lebih dari 100 tahun. Bila memungkinkan, datanglah saat beberapa hari setelah Tahun Baru Imlek. Bila berjodoh, rekan-rekan bisa melihat dua upacara sembahyangan masyarakat Tionghoa Gorontalo sekaligus. Yakni sembayangan King Thi Kong dan Upacara besar Gian Siauw.

Sayang sekali kali ini saya tidak berjodoh untuk melihat upacara perayaan Goan Siauw di Gorontalo. Mudah-mudahan lain kali saya dan anda bisa melihat perayaan unik ini dan bahkan bisa berpastisipasi didalamnya.

Sampai bertemu padacerita saya yang berikutnya. Sukses selalu,
Semoga jalan yang saya dan anda lalui diberkahi dengan kemakmuran dan limpahan rahmat kebahagiaan.


Irfan Utamin

Rabu, 17 Februari 2010

Melangkah diatas Awan Genting Highland


Hampir sebulan sudah perjalananku dan beberapa teman-teman satu team bisnis usai. Namun gaung kebersamaan dan keriangan yang kami rasakan masih terus bergulir hingga hari ini. Untuk kali ini kami bersama-sama mengunjungi Kuala Lumpur sekaligus ber-hepi ria di Genting Highland.

Jujur aja, ini pengalaman pertamaku ke Kuala Lumpur. Bagi beberapa rekanan malah ini perjalanan mereka yang pertama ke luar negeri Indonesia. Apa yang kulihat?

Setibanya di LCCT (Low Cost Carrier Terminal) di Kuala Lumpur yang khusus diperuntukkan bagi penumpang Air Asia dan sejenisnya, suasana asing sudah mulai menyelimuti. Ini bukan karena sekedar kami turun dari International Arrival, namun karena tingkat keramaian bandara ditambah dengan berbaurnya begitu banyak manusia dengan pakaian ethnik dan modern, serta gerai dan pertokoannya yang jauh berbeda dari bandara kami berasal, yaitu Surabaya.

Bila anda pernah masuk ke bandara Surabaya yang baru, anda bisa melihat bahwa sebenarnya bandara yang sekarang ini sangat memadai, bahkan termasuk cantik sekali. Sayangnya bila dibandingkan dengan bandara internasional diluar negeri, khususnya Malaysia (walaupin bukan KLIA, hanya yang LCCT-nya saja) dan Singapore, jauh berbeda.
Bahkan gerai duty free-nya sangat berbeda.

Kembali ke Kuala Lumpur. Perjalanan dari LCCT menuju KLCC (Kuala Lumpur City Center) kurang lebih 1 jam, kemudian kami mengambil taxi dari KLCC menuju apartment daerah bukit bintang, yang merupakan kawasan yang paling hidup dan banyak tersebar Mall dan Plaza dengan harga yang sangat menarik bagi para peminat belanja. Sekedar Informasi, tiket BUS dari LCCT menuju KLCC adalah Rm. 10.- per orang-nya, sedangkan taxi dari KLCC menuju bukit bintang sekitar Rm. 15.- per taxi-nya yang maksimal diisi 4 orang. Tapi nggak semua supir taxi mau harganya seperti itu tuh, jadinya yang penting sekedar tahu aja deh. Sekedar anjuran juga, mending sebelum ngambil taxi beli karcis/vouchernya dulu deh.

Di Apartment kami hanya meletakkan barang-barang bagasi kami saja dan langsung menuju tempat makanan chinese food dan jadwal hari pertama ini anya shopping dan jalan dari mall ke mall. Dam akhirnya terpisah, hahahaha. Namanya orang yang suka melihat-lihat, pasti suatu saat matanya jatuh kekiri dan kekanan untuk melihat berbagai pernak-pernik yang ditawarkan. Sehingga terpisah deh dari kawanannya yang lain :p

Hari kedua kami lanjutkan perjalanan menuju Genting. Konon katanya cable car Genting adalah yang tercepat didunia. Saya sendiri karena beberapa alasan terpaksa tidak sempat mencicipi rasanya berada dalam perjalanan "terbang" tersebut, melainkan lewat darat dengan menumpangi "taxi".


Genting kalau boleh dikata ibarat kota dalam sebuah bangunan raksasa. Terdiri dari begitu banyak hotel, namun antara satu dengan lainnya tersambung dengan rapi tanpa kentara. Disini banyak tersedia hiburan indoor dan outdoor. Untuk Indoor sendiri antara lain :
1. Indoor theme park (rumah hantu, rumah monster, believe it or not, Snow world dll) dan arena permainan anak-anak
2. Mall yang terdiri dari berbagai macam gerai international yang menjual pakaian-coklat dan sepatu serta pernak-pernik lainnya
3. Restoran siap saji dan berbagai restoran khas makanan berbagai negara. Makulm saja, sebagai tempat wisata "penting" baik di malaysia dan asia tenggara, berarti sudah seharusnya menyiapkan makanan yang sesuai dengan berbagai lidah para pelancong. Sebuat saja makanan melayu, cina, vietnam, eropa dan lainnya.
4. Arena bowling-panjat tebing-memanah dan banyak arena ketangkasan indoor lainnya
5. Showroom yang bisa menampung kurang lebih 500 orang, saya sempat menonton show menarik kali ini, lucu dan sangat kreatif.
6. Galery dan museum : gemstone gallery dan visitor gallery adalah salah satu yang sempat saya kunjungi.
7. Kasino area
8. Outdoor theme park (wuah, katanya teman2 bikin sport jantung. sayang saya nggak bisa ikut karena hari itu saya benar2 drop dn bedrest. Well, minimal kadang2 bedrest karena saya sempat curi2 keluar sebentar untuk berjalan2. hehehehe)
9. Bioskop
10. Gerai kebutuhan umum : supermarket, apotik, salon, tempat pijat, warnet dll.

Hmmmm...... rasanya masih banyak lagi, hanya mungkin sekali saya tidak ingat.
Yang termasuk unik juga, perencanaan bangunan luar dan dalamnya yang menarik. Didesain seakan2 seluruh bangunan besar dunia berada dikawasan ini. Mulai patung liberty, menara eiffel, bahkan petronas tower.

Karena anak2 yang menjadi pelancong juga tidak sedikit, maka kesan super hero sangat terasa. Ada Hulk dan superman yang menerobos dinding salah satu gerai yang ada.

Tiga hari dua malam kami disana benar2 berkesan. Dan mungkin masih sedikit kurang puas. Karena belum semua yang ditawarkan sempat kami coba. Bila anda sempat kesana, luangkanlah minimal 3 hari untuk mengenal dan mencoba semuanya, walau dijamin pasti tetap masih terasa kurang, hehehehehe.

Setelah itu, kami turun dari genting dan melakukan city tour ke beberapa tempat terkenal di Kuala Lumpur:
1. Batu Caves - Pusat peribadatan umat hindu di malaysia


2. Pabrik Jam dan duty free
3. Petronas tower dan photo take area-nya


4. Suriah plaza yang bersebelahan dengan Petronas Tower
6. lapangan Merdeka dan Choco factory


7. Central Market dan China Town yang berdekatan

Besoknya kami sudah balik ke Indonesia.

Well, liburan yang menyenangkan bukan sekedar berada ditempat2 indah semata. Namun yang lebih penting ada orang yang peduli kepada kita dan sebaliknya yang bersama-sama dengan kita untuk menikmati liburannya. Sangat sedih bila kita bisa berlibur, namun hanya berlibur sendiri dan tanpa ditemani siapa-siapa.

Sampai ketemu di liburan yang lain.....
Semoga sukses selalu bertabur dalam setiap jalan yang kita lalui......


Irfan Utamin

Senin, 15 Februari 2010

Palu, Bumi Nyiur Melambai........
























































Keren ya, hehehehe 
Bolak balik aku datang kekota Palu. Tapi sama sekali nggak sempat untuk menikmati dan "benar-benar melihat" Palu yang sebenarnya.

Maklum, kepergianku kesana selalu berhubungan dengan pekerjaanku. Khusus kali ini, aku memiliki kesempatan untuk "berjalan-jalan" disela-sela pekerjaan dan menikmati banyak suguhan kuliner yang hmmmmm...... sangat menggoda.

So,
Bagi teman-teman yang main ke Palu, ini nih tempat-tepat yang wajib dikunjungi.

1. Warung Kaledo, hehehehe. Soup Kaledo, Sum-sum tulang sapi yang Hmmm........

2. Waterpark Palu, ini nih Singapore of Palu, Banyak icon2 menarik disini, seperti Patung Little Buddha dan Luncuran Naga disini.

3. Nah, untuk pantainya nih ada beberapa pantai yang terkenal disana. Tapi yang paling oke katanya sih Tanjung Karang di Donggala. Aku sendiri belum pernah kesana. Tetapi area-nya Silae Beach aja oke koq.

4.Keren kan?!Terus ada Juga Taman Nasional Hutan Lindung yang terkenal banget yaitu Lorelindu. Yah, mudah-mudahan lain kali aku bisa kesana. Katanya sih perjalanannya nggak bisa pakai mobil, jadi setelah berhenti di suatu wilayah kita naik ojek kira-kira sejam lebih. Wah... wah.... lumayan tuh, hehehehe

So bila teman-teman main ke Palu, silahkan nikmati keindahan alamnya dan rasakan kebahagiaan di Bumi Nyiur Melambai......

Senin, 01 Februari 2010

Be Quantum Coaching and Trip 13-14 Januari 2010

Awal tahun ini dimulai dengan hal-hal yang luar biasa untuk aku secara pribadi. Ada beberapa pencapaian yang telah kulakukan sepanjang tahun kemarin yang membuat aku memulai tahun ini dengan berbahagia.

Sebut saja salah satunya dengan menjadi peserta Be Quantum yang X.O alias Extra Ordinary. Awalnya kami diundang untuk mengikuti coaching oleh Mr.Julianto Eka Putra yang dikenal sebagai Leader besar perusahaan Network Marketing High Desert International dan penulis buku Best Seller A.I.S "Selama Tidak Berdosa, Lakukan" di rumah yang baru ditempatinya di kawasan elit Citraland-Surabaya. Wow luar biasa, Untuk seseorang yang luar biasa seperti beliau, kenangan adalah hal yang sangat penting. Untuk itu, diruang kerjanya, ditunjukkan berbagai prestasi serta semua kenangan selama 15 tahun berkecimpung di dunia Nerworking.

Setelah jamuan makan siang dan menyelesaikan session coaching kedua, kami menempuh perjalanan menuju Gunung Bromo dan menginap disana untuk memulai perjalanan X.O kami. Perlu saya informasikan, kami berjumlah kira-kira 50 orang dari seluruh Indonesia dari ujung sumatera sampai ujung papua. Pengalaman ini nggak mungkin bisa tergantikan, apalagi dengan semua petualangan yang kami jalani bersama.



Jam 3.00 AM kami bersama-sama menempuh perjalanan mendaki Gunung Bromo dengan berjalan kaki. Wuah.... namun dengan dingin yang cukup menusuk dan perjalanan yang cukup jauh ternyata nggak membuat rekan-rekan kami kehilangan kreatifitasnya. Ada aja yang melakukan ulah yang mampu membuat kami terpingkal-pingkal ataupun sedikitnya tersenyum geli.

Perjuangan kami nggak sia-sia, karena setelah melihat Matahari terdit di ufuk timur dan suasana terang mulai menyelimuti, keindahan Bromo yang sering diceritakan memang patut diacungi jempol. Saya sendiri kali ini merupakan perjalanan yang kedua ke Bromo, tapi nggak tau kenapa, kali ini rasanya lebih seru dan asik banget.
Baliknya ke hotel saya mencoba berkuda. Seru juga ternyata, karena berkuda di dataran tinggi cukup memacu adrenalin dan membuat saya bisa menikmati pemandangan yang indah disekelilingnya.

Selepas sarapan, kami pun check out dan bersiap-siap menuju songa untuk rafting. Membayangkannya aja sudah deg-deg-an :)
Perjalanan yang kami tempuh rupanya cukup melelahkan, sehingga sebagian besar dari peserta terlelap sampai kami tiba di songa - rafting area.



Tanpa di aba-aba kami langsung berganti pakaian dan berkumpul menikmati welcome drink berupa teh botol serta berkumpul dengan regu yang telah dibagi. Nggak sabar rasanya untuk cepat-cepat menerjang derasnya arus Songa.

Apa yang saya bayangkan ternyata kalah dari apa yang kami alami. Karena yang kami alami lebih seru dan lebih mendebarkan. Bahkan diawal-awal saya sempat terguling beberapa kali karena kurangnya keseimbangan saya saat diterjang arus jeram.

Nah, yang paling seru adalah setelah semuanya selesai. Karena kami belum makan siang, maka makan sore itu sangat lahap sekali. Jenis makanan yang disajikan adalah makanan rakyat jawa timur berupa penyetan dan bahkan lengkap dengan nasi jagungnya. Ueeee.....naaa.....kk Buaa....ngeee....ttt deh.

Yang pasti malam itu kami semua tidur pulas dan pastinya sangat nyenyak sekali. Karena kami masih akan menghadapi hal yang seru di hari berikutnya di Even Billionaires Instructor Gathering 15-17 Januari 2010.

Minggu, 31 Januari 2010

Kenang-kenangan Dari Liburan Awal Tahun Ke Malaysia


Hari terakhir sebelum pulang ke Indonesia kami habiskan layaknya turis Indonesia pada umumnya. Yah, bukan rahasia lagi kalo semua orang Indo yang jalan-jalan kemanapun juga terbiasa untuk pulang dengan membawa buah tangan buat teman,kerabat,keluarga dan rekan bisnis dinegeri asalnya.

Saya bahkan ingat katanya Tour Guide kita saat saya alan-jalan ke Singapore & Thailand 2 tahun lalu. Katanya orang Indonesia terkenal paling boros untuk membelikan oleh-oleh setelah bepergian. Apakah memang benar seperti itu? Saya kurang tahu. tapi yang pasti kami memang seperti itu :)

Hari terakhir tersebut juga saya manfaatkan untuk bertemu dengan sepupu saya yang sudah menetap di Malaysia. Kalau nggak salah dia menyebut area Cheras, walaupun saya sama sekali nggak sempat untuk mampir kerumahnya.

Pertemuan pertama dengan sepupu saya plus suami dan ponakan sayalah yang membuat saya sangat gembira saat itu. Mereka mengajak saya untuk mencoba sejenisminuman yang bentuknya seperti agar-agar yang konon baik untuk tenggorokan. Berhubung saya sendiri hari sebelumnya sempat drop saat berada di Genting Highland, maka saya mencoba dengan lahap.

Sepintas mirip dengan Cin Cao (sejenis agar-agar berwarna hitam yang lazim di Indonesia) tetapi rasanya berbeda, bila Cin Cao terasa pahit, sedangkan yang ini manis dan diminum dengan madu. Enak sekali dan rasanya sulit untuk digambarkan dengan lebih detail.

Kami sempat berjalan-jalan di sekitar China Town (Petaling Street) kemudian saya diajak untuk mencoba sejenis soup kepala ikan yang direbus dengan susu murni. Pertama kali membayangkan membuat saya sediki eneg. Namun setelah dicoba, rasanya luar biasa enak.

Well, perjalanan keluar negeri selalu membuat saya ingin mencoba hal-hal yang baru. Mulai makanannya sampai ada budaya yang ada. Nanti dikali lain saya ingin bercerita tentang hal-hal unik yang saya alami. Semoga bisa menjadi bahan referensi agi rekan-rekan yang ngin bepergian dan menikmati hal-hal yang baru.

Semoga sukses selalu bertabur dalam jalan yang kita lalui,
Sabbe Satta Bhavantu Sukkhitatta.....

Surabaya, 31 Januari 2010 (20.00)

Kamis, 28 Januari 2010

When I Remembered My Grandma……

There’s always one thing that I remembered for my Grandma, that she always cooked very delicious meal.


Well, ma’ku seneng banget masak. Walaupun dia sendiri nggak bisa makan atau pantang makanan itu karena punya diabet. Aku masih ingat paling suka masakannya yang kuah sayur campur telor, juga mie gorengnya. Rasanya nggak pernah ada yang bisa ngebuat makanan yang sama, yang rasanya sama dengan dia buat.


Walaupun gitu, aku ingat sekali pernah bertengkar karena ma’ku mau masakin ayam cola. Well, menurutku itu aneh, dan yang bikin aku tambah gak setuju dan mencak-mencak waktu itu karena mamaku nggak bolehin kita minum cola sering-sering, makanya dirumah jarang banget ada minuman itu. Nah, waktu itu tinggal sebotol, itu yang menjadi asal mula cek-cok yang nggak penting banget.


Ma’ku……. adalah salah seorang yang cukup aku salut dalam hidupku.

Walaupun sayangnya, aku nggak pernah bilang sayang sama dia. Aku ingat sering banget bertengkar mulut sama ma, yang hari ini……. sangat aku sesali. Kalau saja aku bisa ngulang masa yang lalu-lalu, ingin rasanya nasehatin bahkan marahin aku yang dulu supaya nggak sering kecewain ma’ku.


Seumur hidupnya ma’ku hanya untuk kita rasanya. Pertama buat mama-papa, terus buat keluarga kita. Ma’ku juga hobi ngomel, rasanya ada aja yang nggak cocok atau jelek dari kita. bukan marah, hanya ngomel aja. Dan seringkali, tanpa maksud dan akhirnya menjadi sumber cekcok-cekcok kecil. Tetapi sekarang rasanya kepengen punya minimal rekaman suaranya.

Well, manusia memang aneh. Setelah semua berlalu…… yang ternyata begitu cepat, ada hal-hal yang missing dari kehidupan kita. dan seringkali, yang dulunya tidak kita sukai.


Aku salah satu cucu yang paling nggak pernah cocok sama ma yang ini. Selalu aja ada yang salah, ada yang dituduhin dan ada yang di complain. Tapi, sampai saat ini aku yakin, malah bertambah yakin bahwa sebenarnya jauh dalam lubuk hatinya dia sayang sama aku. dan aku juga bisa memastikan bahwa aku juga merasakan hal yang sama.


Dan hal ini akan selalu mengingatkanku bahwa seringkali kita menyakiti orang yang kita sayangi hanya karena kita selalu minta untuk dimengerti, dipahami dan ditolerir. Padahal, kita mngkin sekali akan kebertan untuk melakukan yang sebaliknya. Dan bila ada kesempatan, walaupun sekecil apapun, hari ini aku akan berusaha diam dan mendengarkan kata-kata, omelan, marahan, dan kawanannya dari orang-orang yang kusayangi. Karena aku tahu, sedikit dari emosiku yang meluap bisa melukai mereka.


Hidup ini singkat sekali. dan setelah ratusan tahun atau lebih bahkan dari hari ini, yang tersisa dari aku hanya kenangan dan sepotong tulisan-tulisan ini.


Well, sudahkah kita dengan tulus MENCINTAI hari ini????

East Nusa Tenggara


After I’ve born, my parents decided to go back to my dad’s hometown. It is one of the coldest city in Indonesia, we called it Ruteng.

Well, I didn’t remember much about this city. But I know that it has a beautiful lake that me and my parents always visited on Sunday.
My dad’s family lived at a big old house at Jl.Bagung. Part of the house is made of wood and the other part is made of modern brick. And the good part is, it has a small field at the middle of the house between the dining room and our living room. Which I remembered that, it is a place that me and my late grandpa sat and saw the rain when it’s flew down the window

Sometimes after that, my parents moved to our new house at Dongang. It is a big white and beautiful house that has a large field which is my mom’s favorite place to plant some flowers and few kinds of vegetables. My dad’s also builds a small lake that he raises some fish. I remembered that my younger brother felt into the lake and I just laugh, my dad so mad and punished me with some strike, although that is my birthday

When I’m older, my mom took me to a kindergarten, it called Inviolata. I remembered my first day at kindergarten. I didn’t want my mom to go home, every time that I realized that my mom’s not around, I scream and cry. Until one time my mom so angry and decided to not take me to school again. Than after months I ask my self to my mom if I can go to school. She made me promised that I wouldn’t scream and cry again if she went home, and I said yes. That’s the first deal that I made with her

I still can imagine my blue kindergarten uniform. Every morning my grandpa will pick me up and delivered to school. In the afternoon, my mom will pick me up at my grandpa’s house.

Another thing that I can remembered is The Statue of Jesus in open arms at the cross road in the end of Jl.bagung road. The legend said that the statue was build because there always been an accident at the cross road. So they hoped that Jesus will protect the people when they cross the road. Well, Ruteng is one of the minor city in Indonesia that most of the civilian is catholic.

When I’m finished kindergarten, I go to Ruteng II elementary school. Well, the most popular elementary school in that time is Ruteng VII. But, I cannot get there because my age problem. I’m younger a year than the rule can accept. So, Ruteng II became another option that can take me on board.

Than my mom’s take us to Gorontalo. And it is a place that I spend half of my life. You’ll find that at Gorontalo story later.
Even I’m just spending 8th years in Ruteng. For Me, it’s a beautiful one. And maybe after 20 years, I’m planning to take a vacation there

C U at another story