Sabtu, 30 Juli 2011

CERITA DARI NERAKA : JUST FOR FUN ;p

Seorang warga Indonesia meninggal dan karena amal perbuatannya buruk lalu ia dikirim menuju ke neraka.

Di sana ia mendapatkan bahwa ternyata neraka itu berbeda-beda bagi tiap negara asal. Pertama ia ke neraka orang-orang Inggris dan bertanya kpd orang-orang Inggris di situ: 'Kalian diapain di sini?'

Orang Inggris menjawab: 'Pertama-tama, kita didudukan di atas kursi listrik selama satu jam. Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api. Lalu, setan Inggris muncul dan memecut kita sepanjang sisa hari.'

Karena kedengarannya tidak menyenangkan, si orang Indonesia menuju ke neraka lain. Ia coba melihat-lihat bagaimana keadaan di neraka AS, neraka Jepang, neraka Rusia dan banyak lagi. Ia mendapatkan bahwa kesemua neraka-neraka itu kurang lebih mirip dengan neraka orang Inggris.

Akhirnya ia tiba di neraka orang Indonesia sendiri, dan melihat antrian sangat-sangat panjang yang terdiri dari orang berbagai-bagai negara (tidak cuma orang Indonesia saja) yang menunggu giliran untuk masuk neraka Indonesia.

Dengan tercengang ia bertanya kepada yang ngantri: 'Apa yang akan dilakukan di sini?' Ia memperoleh jawaban: 'Pertama-tama, kita didudukan diatas kursi listrik selama satu jam, Lalu didudukan di atas kursi paku selama satu jam lagi. Lalu disiram dengan bensin dan disulut api.

Lalu setan Indonesia muncul dan memecut kita sepanjang hari.' 'Tapi itu kan sama persis dengan neraka-neraka yang lain toh. Lalu kenapa dong begitu banyak orang ngantri untuk masuk ke sini?'
'Di sini service-nya sangat-sangat buruk, kursi listriknya nggak nyala, karena listrik sering mati...kursi pakunya nggak ada, tinggal pakunya aja karena kursinya sering diperebutkan. ..bensinnya juga nggak ada tuh, karena harganya melambung tinggi, malah di tahun 2009 katanya mau naik lagi dan setannya adalah mantan anggota DPR, jadi ia cuma datang, tanda tangan absensi, lalu pulang.'

Neraka mana ya yang dipilih ???!!!!

Sabtu, 12 Maret 2011

Harga Gedung Baru DPR Jadi Rp1,164 Triliun

Metrotvnews.com, Jakarta: Hasil pengkajian ulang rencana pembangunan gedung baru DPR tetap menindaklanjuti proyek yang semula menelan biaya Rp1,8 triliun tersebut. Biaya pembangunan gedung baru yang semula turun menjadi Rp1,6 triliun dan terakhir Rp1,3 triliun kembali jatuh di angka Rp1,164 triliun.

"Soal harga Setjen DPR telah meminta kepada Kementerian Pekerjaan Umum untuk menganalisa besarnya biaya gedung baru. Jadi standar-standar, gedung ini merupakan gedung negara dan semuanya harus dilakukan yang ada di Kementerian Pekerjaan Umum," kata Sekretaris Jenderal DPR Nining Indra Saleh dalam jumpa pers di DPR/MPR, Jakarta, Jumat (11/3).

Nining mengatakan, harga tersebut terdiri dari biaya fisik Rp1,138 triliun dan sisanya biaya konsultan serta manajemen kontruksi. Totalnya menjadi Rp1,164 triliun. Biaya tersebut akan diumumkan pada media massa dan papan pengumunan DPR, Sabtu (12/) besok.

"Tahapan ini dulu yang dapat kita informasikan. Nanti setelah ada pengumuman siapa pemenangnya kita akan komunikasi secara terbuka. Kita sudah sepakat secara reguler kita akan konprensi pers. Apakah setiap 2 atau 3 minggu sekali," janji Nining.

Sementara itu, Kepala Biro Pemeliharaan Gedung DPR Soemirat melanjutkan, biaya kontruksi senilai Rp9,519 miliar, manajemen kontruksi Rp503 juta dan perencanaan Rp3,2 miliar, konsultan manajemen Rp6,12 miliar, pengelolaan kegiatan Rp609 juta.

"Pengelolaan kegiataan ini untuk administrasi menjadi anggaran tiga tahunan dan sedang meminta persetujuan menteri keuangan," jelas dia.

Soal kualifikasi perusahaan peserta tender, Soemirat menerangkan, proses pelelangan umum menjadi pilihan dengan sistem pra-kualifikasi. Artinya, melibatkan segara disiplin ilmu. Nantinya proses prakualifikasi diambil untuk menjaring kontraktor sesuai klarifikasi.

"Untuk tanggal 14 Maret adalah pra-kualifikasi atau seleksi awal untuk menetapkan rekanaan yang diundang untuk pelelangan. Waktu sekitar dua bulan. Pra-kualifikasi sebulan, pelelangan sebulan," jelas Soemirat.

Disamping itu, untuk meyakinkan masyarakat, ada kewajiban konsultan melakukan lokakarya. Karena struktur yang didesain ada pengayaan yang bersifat sistem. Setjen DPR juga akan mengundang pakar-pakar serta ahli dari kementerian supaya bisa menyusun silabus. "Ini merupakan lingkup tugas melakukan lokakarya, ini pengaruhnya terhadap sistem maupun harga," jelasnya.(Andhini)

Sumber :

Selasa, 04 Januari 2011

Akal-akalan Gelang Keseimbangan

Situs Power Balance mendadak kebanjiran pengunjung hari ini. Akibatnya, situs produsen gelang keseimbangan yang mahal itu sulit dibuka. Ada apa gerangan?

Adalah halaman iklan berisi koreksi di http://powerbalance.com/australia/ca, yang dibanjiri tautan dari mana-mana, seperti situs Gizmodo, Reddit, hingga berbagai forum di berbagai negara. Pasalnya, di halaman itu, Power Balance membuat pengakuan bahwa klaim ajaib gelang tangan itu adalah bohong belaka.

"Dalam iklan, kami menyatakan bahwa gelang tangan Power Balance meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan fleksibilitas Anda. Kami mengakui bahwa tak ada bukti ilmiah kredibel yang mendukung klaim kami," demikian pernyataan di situs itu, yang dilanjutkan dengan mengakui pelanggaran undang-undang praktek perdagangan.

Power Balance juga menawarkan opsi pemulangan uang yang sudah dibayarkan untuk produk mereka. Caranya, kunjungi situs mereka (yang masih sulit diakses), atau menghubungi nomor tertentu. "Penawaran (pengembalian uang) berlaku hingga 30 Juni 2011."

Pengakuan Power Balance itu diumumkan setelah tekanan dari Komisi Konsumen dan Kompetisi Australia, Desember lalu. Selain di situs sendiri, mereka juga mengumumkannya di media Australia. Sebelum ini, produsen gelang itu diserang oleh asosiasi konsumen di berbagai negara Eropa karena klaim tak masuk akal tadi. Menurut situs Gizmodo.com, agaknya ini adalah pertama kalinya sebuah badan berwenang memaksa mereka mengakui bohongnya klaim itu.

Di Italia pun, otoritas mendenda Power Balance sebesar 300 ribu Euro karena tak punya bukti ilmiah atas klaim mereka.

Gelang Power Balance mengklaim menggunakan teknologi holografik yang mempengaruhi energi alamiah tubuh. Terdengar aneh, memang. Tapi tampaknya itu terhapus oleh pemasaran viral dan tren yang dimulai dari atlet dan seleb. Meski harganya ratusan ribu rupiah, tetap saja laku.

Nah, buat Anda yang memakai gelang Power Balance di tangan, segera copot gelang itu sebelum ditertawakan lebih banyak orang. Jangan lupa, ada opsi uang kembali. Manfaatkan segera!

Ini juga bisa kembali menjadi peringatan bagi Anda yang memakai kalung-kalung maupun gelang-gelang tertentu dengan klaim serupa. Mari, gunakan akal sehat.

Dodi IR; foto: Jordan Strauss/WireImage.com

Minggu, 11 Juli 2010

Arthur And Merlin

Sudah seminggu ini saya "tergila-gila" dengan drama serial besutan Inggris yang berjudul Merlin. Di televisi Indonesia diputar di Indosiar setiap minggu sore. Nah bagi saya, saya lebih suka menontonnya secepat mungkin lewat DVD, hahahaha.

Hasilnya? Malah repot karena seasonnya baru sampai 2 dan bersambung. Weleh-weleh. Sedangkan season 3-nya masih akan diputar per September tahun ini via BBC (Stasiun TV Inggris). Dan nggak jelas kapan diputar di Indo nih.

Serial ini memang menggemparkan. Salah satu alasannya karena ini membawa sebuah legenda yang sangat terkenal dari Eropa Barat. Hampir semua daerah sangat bangga menakui sebagai wilayah dari bagian kerajaan Arthur.

Selain itu alasan lainnya adalah karena ini satu-satunya drama serial Inggris yang diputar di Amerika Serikat selang 20 tahun terakhir ini dan yang luar biasanya mendapatkan sambutan yang tak kalah heboh daripada di negara asalnya sendiri. Luar biasa bukan?! Hahahaha. Yang jelas selain Mr.Bean. Hahahaha. (Jadi meng-andai-andai apakah akan ada serial Indonesia yang diputar disana, well yang pasti kayaknya bukan sejenis Cinta Fitri sih :p hehehehe)

Yang sangat mengagumkan adalah ke-empat aktor utama di film ini adalah pemain baru yang masih muda. Dan ke-empat-empatnya melejit lewat serial ini. Bahkan di seluruh dunia, wow......

Film ini penuh dengan lelucon konyol serta komedi situasi yang alami tanpa mengurangi isi dan maksud dari legenda-nya yang luar biasa. Can't wait to see more.....

Dan satu hal lagi, semua potongan video dan syuting-an-nya dapat dilihat di You Tube. Bahkan tempat syuting drama-nya di Perancis hari ini menjadi salah satu tujuan wisata yang menarik. Well, selain melihat puri indahnya yang di plot sebagai "Camelot" juga yang jelas karena crew mereka yang keren abizzzz.

Well, ngecek ini di You Tube yang jelas lebh berbobot daripada nge-cek serial video panas "Ariel" hahahaha.

Jumat, 11 Juni 2010

Piala Dunia 2010 Cermin refleksi kita :)

Saya bukan penggila bola, bahkan disebut penggemar bola pun rasanya belum pantas. Hahaha. Dulu sesekali pernah menendang bola, pernah mencicipi rumput lapangan bola, bahkan pernah menonton pertandingan live di lapangan bola. Namun semuanya hanya sekali-sekali saja, sehingga gelar penggemar dan penggila bola jelaslah bukan buat saya.

Baru saja hari ini sekitar sejam setengah jam yang lalu saya melihat sepintas pembukaan FIFA WORLD CUP 2010 di Johannesburg Afrika Selatan via Siaran Langsung TV. Bila kita pernah menonton pembukaan Olimpiade China, maka ini jauh dari Spectakuler, bila kita juga pernah melihat launching Visit Indonesia Year tahun lalu di channel yang sama, ini pun tidak spektakuler. Dan memang, Spektakuler bukanlah bahan yang ingin saya bicarakan sekarang.

Semua pujian yang dilontarkan untuk pembukaan adalah tentang kebersamaan dan persamaan haknya. Walaupun sampai dengan saat ini masih ada sedikit perbincangan mengenai pembedaan suku dimana-mana, bahkan termasuk di Afrika Selatan sendiri, Afrika Selatan disebut sebagai "Rainbow Nation". Mengapa?

Kata-kata ini pertama kalinya dilontarkan oleh Archbishop Desmond Tutu untuk Afrika Selatan setelah pemilu demoktratisnya yang pertama di tahun 1994. Dan oleh Presiden Nelson Mandela yang saat itu terpilih, diungkapkan sebagai sebuah kalimat yang luar biasa "Each of us is as intimately attached to the soil of this beautiful country as are the famous jacaranda trees of Pretoria and the mimosa trees of the bushveld - a rainbow nation at peace with itself and the world.".

Sebuah ungkapan yang memang ditujukan sebagai suatu identitas penyatuan yang tadinya terpisah oleh warna kulit yang begitu menyolok.

Afrika Selatan tadi sore memang tidak membuat acara pembukaan yang spektakuler, namun secara "spektakuler" Af-Sel mampu menunjukkan sebuah identitasnya yang dianggap sebagai "kelebihan" nyata dan "kesuksesannya" yaitu KESATUAN.

Demikian dengan China yang secara jelas bukan hanya menyiratkan kesuksesannya saat pembukaan olimpiade 2008 (wah nggak terasa sudah 2 tahun lewat). Dia menunjukkan "kesuksesannya" dalam ungkapannya "One World One Dream" dimana menunjukkan satu mimpi untuk satu dunia, yang saat itu merupakan pertunjukkan luar biasa oleh China yang bukan saja hanya Sports Olympic, namun "Green Olympics, High-tech Olympics and People's Olympics".

Intinya adalah, dua negara diatas mengambil kesempatannya untuk menjadi eksis didunia. Mengambil kesempatannya untuk unjuk gigi dan menunjukkan kebesaran mereka sebagai juara sejati, baik di bidang olah raga, budaya, kesiapannya dan keamanannya tentunya.

Saya berandai-andai, bilamana pembukaan even Olah Raga sekelas dunia diadakan di Indonesia, apa yang akan kita suguhkan.

Dibanding Afrika Selatan, negara kita lebih "pelangi" bahkan kita memiliki gradasi warna kulit yang lengkap :) Dibandingkan China, kita juga punya budaya yang spektakuler untuk ditonjolkan. Jadi rasanya bukan masalah bila kita menjadi tuan rumah sebuah even besar.

Da seharusnya negara kita sudah bisa mengambil kesempatan itu. Karena terakhir untuk even olah raga SEA GAMES (South East Asian Games) diadakan di Indonesia tepatnya Jakarta, di tahun 1997. dan untuk ASIAN GAMES (ASIA), Indonesia menjadi tuan rumah di tahun 1962 di Jakarta, tepatnya ASIAN GAMES ke-4.

Untuk Miss Universe, Miss World dan sejenis, Indonesia belum pernah menjadi tuan rumah, dan mungkin akan sulit terpilih menjadi tuan rumah dikarenakan peraturan evennya ada yang kurang sesuai dengan budaya Indonesia, kecuali bila diadakan sedikit penyesuaian.

Sebenarnya untuk yang sekelas dunia namun dalam lingkup yang lebih kecil barusan saja diadakan ditahun 2008 Piala Thomas & Uber di Jakarta-Indonesia. Namun gaungnya kalah dibandingkan Olimpiade China yang sudah mempersiapkan dirinya selama hampir 4 tahun.

Indonesia sebenarnya tidak harus ikut unjuk gigi menunjukkan "ke-spektakuler-an"nya, karena sejak ratusan tahun yang lalu dikenal bahwa Indonesia adalah tanah yang kaya, diperebutkan oleh berbagai bangsa. Diakui pula Indonesia eksotis dengan begitu banyaknya pulau dan keragaman budaya yang ada. Semua tahu Indonesia memiliki masyarakat yang ramah dan saling tolong menolong. Dan semua tahu Negara Indonesia memiliki kedaulatan yang hebat dengan prinsip-prinsip moral yang baik.

Indonesia memang negeri yang exotic. Mulai dari ujung titik 0 (di ujung Aceh) sampai Papua, memiliki budaya dan keindahan alam yang sangat beragam.

Namun saat ini hal-hal tersebut mulai dilupakan dunia. Apalagi selang 10 tahun terakhir begitu banyak pemberitaan yang tidak enak didengar tentang negeri kita tercinta. Mulai kerusuhan, bom, demo anarkis, rusuh sepakbola, dan masih banyak lagi.

Indonesia memang masih eksis, hanya popularitasnya menurun, prestasi dikancah Internasionalnya yang positif menurun. Terlalu banyak berita-berita negatif yang membuat posisi kita jauh dari popularitas dunia. Orang-orang meragukan keamanannya, kenyamanannya dan lain-lainnya.

China mengambil kesempatan berharga untuk menunjukkan kepada dunia tentang negerinya saat Miss World, F1 dan puncaknya saat Olimpiade. Disana ditunjukkan keramahannya, kekayaan budayanya, kekayaan alamnya, bahkan kehidupan warganya yang mapan. (Terlepas dari berita-berita lainnya yang masih tetap menjadi misteri). Saat ini, negeri bambu tersebut menjadi salah satu tujuan wisata terfavorit di dunia. Padahal sebutlah 30 tahun yang lalu, China jauh dari image saat ini.

Kemudian Afrika Selatan "mendapatkan kehormatan" untuk menjadi tuan rumah FIFA WORLD CUP. Dipersiapkannya perhelatan luar biasa untuk menunjukkan pada dunia kebersamaan dan persamaan hak-nya. Ditunjukkan suatu budaya yang unik dan saling menghargai. Dan bila mengingat masa 20 tahun yang lalu tentang negara ini, yang ada dalm bayangan kita adalah negeri yang kurang aman.

Bila hari ini, kedua negara tersebut "Berhasil" meunjukkan kepada dunia tentang perubahannya, itu luar biasa.

So, bagi saya, Perlu bagi kita untuk mengambil kesempatan untuk unjuk gigi dan menunjukkan kepada dunia jati diri kita dan kebesaran kita yang sebenarnya.

Selain yang sudah disebutkan diatas, masih banyak sebenarnya kesempatan kita untuk menunjukkan sesuatu kepada dunia dalam bidang seni dan olahraga serta lainnya.

Bukankah jauh lebih baik kita dikenal sebagai bangsa yang berbudaya dan memiliki prestasi tinggi dibidang olah raga dibandingkan gaung video porno Artis Indonesia yang mengalahkan video Justin Bieber versi You Tube, ataupun julukan "negara terkorup" yang berhasil disabet Indonesia, tertinggi diantara 16 negara di Asia Pasifik (dirilis tanggal 8 Maret 2010 oleh perusahaan konsultan “Political & Economic Risk Consultancy” (PERC) yang berbasis di Hong Kong dan Transfarency Internasional – Jerman) yang terus meningkat semenjak tahun 2000.

Dan sebenarnya, prestasi yang lebih membanggakan ada dimana-mana, hanya kalah gaungnya. Misalnya Sandhy Sandoro yang terpilih sebagai penyanyi terbaik dalam kompetisi International 8th New Wave International Contest of Young Pop Singers yang diadakan di Jurmala, Latvia tahun 2009. Terus ada Teguh Sukaryo asal Porwokerto yang mengalahkan para pianis dari 26 negara dan saat ini termasuk dalam Pianist 15 besar dunia.

Nah bila kesempatan itu muncul, apa yang akan kita lakukan? Rasanya jauh bagi kita untuk bermimpi menjadi tuan rumah piala dunia, namun yang lainnya bukan mustahil. Dan bila kesempatan itu tiba, apa yang akan kita suguhkan?

Seperti lagu theme FIFA WORLD CUP 2010, Waving Flag dibawah ini:

Ooooooh Wooooooh

Give me freedom, give me fire, give me reason, take me higher
See the champions, take the field now, you define us, make us feel proud
In the streets are, exaliftin , as we lose our inhabition,
Celebration its around us, every nation, all around us

Singin forever young, singin songs underneath that sun
Lets rejoice in the beautiful game.
And together at the end of the day.

WE ALL SAY

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes back

When I get older I will be stronger
They'll call me freedom
Just like a wavin' flag
And then it goes back
And then it goes back
And then it goes

Oooooooooooooh woooooooooohh hohoho (Back to top)

Wooo hooooo hohohohoooooo
And everybody will be singinit
Wooooooooo ohohohoooooo
And we are all singinit

PS: Let's make the beatiful game to our beautiful country, take it higher ad wavin our flag upn the sky :)

Just be the best.

Senin, 05 April 2010

Banyak melanggar, denda membesar

Meski Anda belum tahu, UU Lalu Lintas Angkutan Jalan no. 22/2009 tetap berlaku. Bila melanggar, tentu polisi menindak. Daripada berkilah ini itu, lebih baik baca ini dulu. :-)

Tak punya SIM? Diatur Pasal 281 jo Pasal 77 (1), denda Rp 1 juta.

Berkegiatan lain saat mengemudi, atau dipengaruhi keadaan yang mengurangi konsentrasi? Diatur Pasal 283 jo Pasal 106 (1), denda Rp 750 ribu

Tak mematuhi sinyal peringatan kereta api, menerobos palang di persimpangan rel? Aturan Pasal 296 jo pasal 114a, denda Rp 750 ribu

Melanggar rambu/marka? Diatur Pasal 287 (1) jo psl 106 (4a) dan Psl 106 (4b), denda Rp 500 ribu.

STNK tak sah? Diatur Pasal 288 (1) jo Pasal 106 (5a), denda Rp 500 ribu.

Tanda nomor tak sah? Diatur Pasal 280 jo Pasal 68 (1), denda Rp 500 ribu.

Melanggar batas kecepatan maksimum atau minimum? Diatur Pasal 287 (5) jo Pasal 106 (4g) atau Pasal 115a, denda Rp 500 ribu.

Asesori membahayakan seperti lampu silau, bumper tanduk? Diatur Pasal 279 jo Pasal 58, denda Rp 500 ribu.

Tak mengutamakan pejalan kaki atau pesepeda? Diatur Pasal 284 jo Pasal 106 (2), denda Rp 500 ribu.

Berhenti darurat, tapi tak memasang segitiga pengaman atau isyarat lain? Diatur Pasal 298 jo Pasal 121 (1), denda Rp 500 ribu.

Ada juga denda Rp 250 ribu per pelanggaran:
- Tak membawa SIM
- Tak memakai sabuk keselamatan
- Tak memakai helm
- Malam hari, lampu utama tak menyala
- Mengganggu fungsi rambu, marka, alat pengaman pengguna jalan (berlaku untuk setiap orang)
- Tak mematuhi perintah petugas untuk berhenti, jalan terus, melaju cepat, melambat, atau mengalihkan arus
- Melanggar tata cara penggandengan kendaraan
- Pindah lajur tanpa isyarat
- Membelok atau berbalik arah tanpa isyarat
- Tak memberi prioritas pada kendaraan tertentu, termasuk yang dikawal petugas Polri

sumber: TMC Polda Metro Jaya

Minggu, 04 April 2010

Cheng Beng, Bakti Atau Beban?

Hari ini adalah tanggal 5 April, bertepatan dengan hari minggu. Nanti subuh adalah hari panjang untuk mengnjungi dan melakukan ziarah di kuburan leluhur. Kenapa koq hanya hari ini dalam setahun? well, silahkan baca tulisan saya di

Yang pasti ada pesan moral yang sangat dalam saat kita melakukan ritual Ceng Beng. Festival Qingming pada akhirnya terkait dengan pilar-pilar budaya Tionghoa yaitu penghormatan leluhur, makanan, kekerabatan, keselarasan dan harmony, setia, berbakti, juga kebersamaan.
Dengan menghormati leluhur berarti kita harus menjaga sikap hidup kita agar tidak mencoreng nama leluhur.

Semoga pada perayaan festival Qingming ini kita menyadari bagaimana cara kita menghormati leluhur, caranya sederhana yaitu berikanlah kontribusi positif pada lingkungan kita dan selalulah menjaga perilaku kita agar tidak memalukan para leluhur.

Berbaktilah dan setia kepada negri kita tinggal karena dalam membakar kertas emas maupun perak mengandung makna tanah melahirkan logam dan tanah itu adalah tempat dimana kita berpijak.

Berikut adalah sebuah kisah untuk kita renungkan yang saya ambil dari rekanan kita di http://woxuedao.onsugar.com/Cheng-Beng-Bakti-Atau-Beban-3286018?page=0,0#comment-7031429. Semoga dapat memperkaya diri kita dengan pemahaman yang benar.

Dalam kehidupan sehari-hari Ahong hanya seorang penjual bakpau keliling yang setiap harinya berjualan dengan mengayuh sepedanya yang telah lebih dari sepuluh tahun dengan setia menemani. Setiap pagi dia dan istrinya, Mei lan menyiapkan dagangan mereka disebuah rumah yang lebih layak disebut gubuk. Dengan tekun mereka mengolah bahan-bahan pembuat bakpau sehingga menjadi adonan dan akhirnya bakpau yang siap dijual.

Dengan tiga orang anak, kehidupan mereka tidaklah terlalu menggembirakan. Penghasilan Ahong sebagai penjual bakpau keliling hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarganya dan menyekolahkan ketiga anaknya.

Bila hari-hari yang membutuhkan uang yang lebih banyak dari hari-hari biasanya seperti hari raya imlek Ahong cukup pusing kepala. Begitu pula bila hari cheng beng tiba. Kedua orang tua mereka telah meninggal dunia.

Semasa orang tua mereka masih hidup, Ahong sangat berbakti kepada orang tuanya. Saat mereka sakit, dirawat sendiri dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

Hari cheng beng tiba, Ahong selalu teringat kepada orang tuanya. Ingin rasanya dia menyajikan persembahan yang lengkap saat sembahyang cheng beng, namun apa daya kemampuan keuangannya tidak memungkinkan. Walaupun begitu, mereka melakukannya dengan tulus dan iklas.

Mereka hanya bisa sembahyang kepada orang tua mereka dengan lilin, hio, buah seadanya tak tertinggal bakpau tausa kesukaan orang tuanya.

Berbeda sekali dengan tetangga mereka yang kaya, saat sembahyang menyajikan hampir semua makanan yang enak-enak dan mahal, disertai pula dengan membakarkan rumah-rumahan, mobil-mobilan dan segala tetek bengek yang tidak masuk akal. Katanya supaya orang tua mereka di alam sana selalu tidak kekurangan, tetap menjadi orang kaya. Dan karena mereka sibuk, mereka menyewa orang-orang yang bisa melakukan upacara buat mereka.

Sewaktu orang tua mereka masih hidup dan sedang sakit, mereka mempercayakan perawatan orangtuanya kepada dokter dan suster karena mereka adalah orang yang super sibuk yang tidak mau direpotkan dengan segala kerepotan merawat orang sakit dan tua. Waktu mereka terlalu berharga katanya, yang penting kan mereka sudah mengeluarkan uang kepada dokter dan suster untuk merawatnya.

Setelah orang tua mereka meninggal, mereka merasa beban telah hilang lepas. Mereka pun jarang melakukan derma karena mereka terlalu sibuk untuk mengumpulkan uang dan menikmati kemewahan.

Sedangkan Ahong, walaupun serba kekurangan sering melakukan derma kepada yang memerlukan. Membagikan bakpau bikinannya kepada yang sedang kelaparan, membantu tetangga-tetangga yang memerlukan bantuan, dan rajin pula sembahyang.

Merasa terbebani saat sembahyang tidaklah ada artinya, seyogyanya dibuat sesederhana mungkin agar kita bisa sembahyang dengan tulus tanpa beban sehingga lebih bermanfaat daripada pikiran terbebani dengan kerepotan dan biaya yang musti dikeluarkan.

Ahong yang dengan kesederhanaan dan ketulusan lebih berbakti dibandingkan Acong yang lebih mempercayai orang lain untuk sembahyang pada orang tuanya. Dengan banyak melakukan kungtek, Ahong meringankan dosa-dosa orang tuanya di alam sana.

Anak cucu banyak berbuat dana, meringankan leluhur dialam sana. Dosa berat menjadi ringan, dosa ringan menjadi lebih ringan dan dihapuskan sehingga lebih cepat reinkarnasi dan terlahir dengan segala kelebihan.

Sumber tulisan : http://woxuedao.onsugar.com/Cheng-Beng-Bakti-Atau-Beban-3286018?page=0,0#comment-7031429